“Kalau kita memberi penghargaan berupa uang, maksudnya itu adalah justru untuk menjadi tabunganmu dalam masa-masa yang akan datang, bukan hanya kita seolah membayar upah, tidak. Ini adalah penghargaan,” ujar Presiden Prabowo.
Kepala Negara menyoroti bahwa pencapaian atlet lahir dari pengorbanan besar, mulai dari waktu, tenaga, hingga kenyamanan hidup di usia muda.
Presiden Prabowo menekankan pentingnya kekuatan mental dalam menembus kompetisi internasional.
“Menjadi atlet itu membutuhkan mental yang khusus. Menjadi atlet yang dipilih di kancah internasional itu mentalnya lebih khusus lagi. Orang yang tidak punya semangat tidak mungkin bisa tampil di tingkat internasional,” tegas Presiden.
Presiden Prabowo juga menggambarkan perjuangan atlet yang tetap bertanding meski berada di ambang kelelahan dan cedera demi mengharumkan nama bangsa.
Salah satu contoh yang disampaikan adalah atlet eventing berkuda yang tetap berlaga meski mengalami cedera serius sebelum pertandingan.
Presiden Prabowo mengapresiasi langkah Panglima TNI yang memberikan kenaikan pangkat kepada atlet tersebut.
“Saya terima kasih Panglima TNI, langsung disekolahkan untuk jadi perwira. Terima kasih,” ucap Presiden.
Acara penghargaan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang diikuti seluruh hadirin.
Presiden Prabowo secara simbolis menyerahkan bonus kepada perwakilan atlet dan pelatih.
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir melaporkan capaian kontingen Indonesia yang meraih 91 medali emas, 111 medali perak, dan 131 medali perunggu.












































Discussion about this post