Namun demikian, Presiden Prabowo menilai bahwa secara umum bangsa Indonesia mampu hidup harmonis, saling menghormati, dan saling mencintai.
“Kita mengerti, negara sebesar ini pasti ada perselisihan paham, ada konflik, ada perseteruan, ada persaingan. Tetapi secara umum, bangsa-bangsa lain mulai melihat bangsa Indonesia, bahwa bangsa sebesar ini dapat hidup dengan harmoni, dengan saling menghormati dan saling mencintai,” ungkap Presiden Prabowo.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo juga menegaskan komitmennya bersama jajaran Kabinet Merah Putih untuk terus bekerja keras melayani rakyat Indonesia.
“Karena itu saya bersama pembantu-pembantu saya bekerja sangat keras,” imbuh Kepala Negara.
Perayaan Natal Nasional berlangsung khidmat dengan diawali doa bagi bangsa yang dipimpin oleh Aras Gereja Nasional.
Doa tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus permohonan agar Indonesia senantiasa dianugerahi kedamaian, persatuan, dan kesejahteraan.
Suasana semakin khusyuk dengan penampilan Teatrikal Natal yang dipersembahkan oleh Persekutuan Gereja-gereja Indonesia dan Konferensi Waligereja Indonesia.
Teatrikal tersebut menggambarkan kehadiran kasih Tuhan yang menyelamatkan dan menguatkan keluarga di tengah berbagai tantangan kehidupan sesuai dengan tema Natal Nasional 2025.
Setelahnya, disampaikan Pesan Natal oleh Ketua Umum PGI yang menekankan pentingnya iman dan pengharapan dalam kehidupan berbangsa.
Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam sambutannya menyampaikan bahwa Natal Nasional bukan sekadar perayaan keagamaan.














































Discussion about this post