Kepala Negara menegaskan bahwa guru adalah elemen utama pembentukan karakter dan persiapan generasi unggul.
Ia ingin memastikan seluruh investasi pendidikan benar-benar menyentuh kebutuhan di lapangan.
Presiden juga menggarisbawahi bahwa kebijakan pembangunan nasional telah menetapkan pendidikan sebagai prioritas paling strategis.
“Memang pembangunan suatu bangsa, kebangkitan suatu bangsa, keberhasilan suatu bangsa akan ditentukan oleh kualitas pendidikan yang ada di bangsa itu. Karena itu setiap negara yang berhasil harus investasi besar-besaran dalam bidang pendidikan, dan sesungguhnya elit politik bangsa Indonesia sudah mengambil keputusan politik untuk investasi besar-besaran di bidang pendidikan,” ujar Presiden Prabowo.
Ia menjelaskan bahwa alokasi anggaran pendidikan merupakan yang terbesar dalam APBN dan bahkan telah melampaui batas minimal 20 persen.
Menurut Presiden, keberhasilan belanja pendidikan harus dapat dipertanggungjawabkan dengan hasil yang terukur.
“Di banyak negara itu anggaran pertahanan yang paling di atas. Kalau tidak salah, di India pertahanan paling atas, nomor dua adalah makan bergizi gratis, nomor dua di India. Pendidikan mungkin bagian dari itu, tapi di Indonesia pendidikan mata anggaran yang paling besar,” imbuh Kepala Negara.
Ia meminta semua pemangku kebijakan menjaga transparansi dan efektivitas penggunaan anggaran.
Wujud nyata prioritas tersebut terlihat melalui upaya percepatan perbaikan fasilitas sekolah di berbagai daerah.
“Saya sangat merasa demikian pentingnya pendidikan sehingga uang-uang yang kita hemat, uang-uang yang berhasil akibat efisiensi kita, kita realokasikan, kita utamakan ke pendidikan. Tahun ini kita baru mampu memperbaiki 16 ribu sekolah. Baru mampu, saya minta maaf sebagai Presiden Anda, saya baru mampu mengalokasikan 16 ribu sekolah,” ungkap Presiden Prabowo.
















































Discussion about this post