Sementara penerima manfaat dari Ternate, Maluku Utara, mengungkapkan kepuasannya setelah melihat langsung kualitas bangunan.
“Alhamdulillah aman, bagus. Kualitasnya baik. Alhamdulillah nyaman Pak,” tuturnya. Presiden pun merespons, “Baik. Terima kasih. Selamat ya. Semoga ibu akan senang di rumah yang baru.”
Kisah lain datang dari Stefanus, guru honorer berusia 27 tahun asal Labuan Bajo, NTT.
Ia mengaku sengaja memilih memiliki rumah sebelum berkeluarga.
Presiden pun mengapresiasi langkah tersebut.
“Bagus. Berarti Anda merencanakan yang baik. Daripada ajak kawin tau-tau nggak punya rumah. Repot. Jadi ternyata Anda sebagai guru punya perencanaan yang baik,” ungkap Presiden.
Menutup dialog, Presiden Prabowo kembali menegaskan arah kebijakan pemerintahannya.
“Rakyat kita semuanya kita perjuangkan. Rumahnya layak. Penghasilannya cukup. Ini perjuangan kita bersama dan kita akan sampai ke situ. Mudah-mudahan kalian tercapai harapan dan cita-cita kalian semua,” pungkasnya.(*)














































Discussion about this post