Sementara itu, di hari yang sama, lembaga investigasi utama Rusia melaporkan dua jembatan runtuh akibat ledakan misterius, serta tergelincirnya dua kereta api di wilayah barat Rusia.
Tujuh orang tewas dan puluhan lainnya terluka dalam salah satu insiden tersebut.
Namun, pernyataan resmi dari Komite Investigasi Rusia kemudian menghapus istilah “ledakan” dari rilis pers mereka tanpa penjelasan lebih lanjut.
Serangan drone besar-besaran Ukraina ini terjadi di saat penting, bertepatan dengan pengumuman dari Presiden Zelenskyy bahwa delegasi Ukraina akan mengikuti putaran baru pembicaraan damai dengan Rusia di Istanbul pada hari Senin.
Dalam pernyataan di Telegram, Zelenskyy mengatakan bahwa Menteri Pertahanan Rustem Umerov akan memimpin tim Ukraina.
“Kami melakukan segala hal untuk melindungi kemerdekaan, negara, dan rakyat kami,” kata Zelenskyy.
Sebelumnya, Ukraina meminta Rusia untuk menyerahkan memorandum berisi posisi resmi Moskow dalam upaya mengakhiri perang sebelum negosiasi digelar.
Rusia menyatakan akan menyampaikan dokumen tersebut saat pembicaraan berlangsung.
Namun, ketegangan terus meningkat.
Pada hari yang sama, Rusia melancarkan serangan drone terbesar sejak invasi besar-besaran dimulai pada Februari 2022.
Sebanyak 472 drone dikirimkan ke wilayah Ukraina, menurut keterangan dari Angkatan Udara Ukraina.
Yuriy Ignat, kepala komunikasi angkatan udara, menyebutkan bahwa Rusia juga meluncurkan tujuh rudal bersamaan dengan serangan drone tersebut.
Di pagi harinya, serangan rudal Rusia menghantam satuan pelatihan militer Ukraina, menewaskan sedikitnya 12 prajurit dan melukai lebih dari 60 orang.

















































Discussion about this post