“Tidak ada tenggat waktu, dan memang tidak bisa ada. Semua pihak ingin ini selesai secepatnya, tetapi, seperti biasa, iblisnya ada di dalam detail,” kata Peskov, dikutip oleh kantor berita RIA.
Mantan Perdana Menteri Swedia, Carl Bildt, menyebut melalui platform X bahwa panggilan telepon tersebut adalah “kemenangan tak terbantahkan bagi Putin”.
Menurutnya, pemimpin Rusia itu “berhasil mengelak dari tuntutan untuk gencatan senjata segera, dan justru melanjutkan operasi militer sambil memberikan tekanan di meja negosiasi”.
Pertemuan Tingkat Tinggi diusulkan
Usai berbicara dengan Trump, Presiden Zelensky menyatakan bahwa Ukraina dan sekutunya tengah mempertimbangkan pertemuan tingkat tinggi antara Rusia, Ukraina, Amerika Serikat, negara-negara Uni Eropa, dan Inggris untuk mencari jalan damai.
“Ukraina siap melakukan negosiasi langsung dengan Rusia dalam format apapun yang membawa hasil,” tulis Zelensky di akun X miliknya.
Ia menyebut bahwa kemungkinan pertemuan itu bisa diselenggarakan di Turki, Vatikan, atau Swiss. Belum dipastikan apakah pertemuan ini termasuk dalam proses yang disebut Trump sebagai “segera dimulai”.
Trump menyebut bahwa Paus Leo telah menunjukkan ketertarikan untuk menjadi tuan rumah negosiasi di Vatikan. Namun pihak Vatikan belum memberikan komentar resmi terkait hal ini.
Peskov mengatakan bahwa Trump dan Putin memang membahas kemungkinan pertemuan langsung antara pemimpin Rusia dan Zelensky. Ia menambahkan bahwa Moskow menyambut baik usulan Vatikan, meskipun belum ada keputusan terkait lokasi “kontak di masa depan”.














































Discussion about this post