Kanselir Jerman Friedrich Merz menyebut bahwa para pemimpin Eropa memutuskan untuk meningkatkan tekanan terhadap Moskow dengan sanksi baru, setelah mendengar laporan dari Trump mengenai percakapannya dengan Putin.
Namun, Trump tampaknya belum siap mengikuti langkah tersebut. Saat ditanya mengapa tidak memberlakukan sanksi baru sebagaimana pernah ia ancam sebelumnya, Trump menjawab: “Karena saya rasa masih ada peluang untuk mencapai sesuatu, dan jika Anda menjatuhkan sanksi sekarang, itu justru bisa memperburuk keadaan. Tapi mungkin akan ada waktunya.”
Trump juga mengakui bahwa “ada ego besar yang terlibat”. Ia bahkan memperingatkan bahwa jika tidak ada kemajuan, “Saya akan mundur,” sambil menegaskan kembali bahwa “Ini bukan perang saya”.
Kremlin: Tidak Ada Tenggat Waktu
Ukraina dan negara-negara Eropa mendesak agar Rusia segera menyetujui gencatan senjata. Sementara itu, Trump tengah mencoba meyakinkan Putin agar menyetujui gencatan senjata selama 30 hari. Putin tetap bersikukuh bahwa sejumlah syarat harus dipenuhi terlebih dahulu.
Penasihat Kremlin, Yuri Ushakov, menyatakan bahwa Trump dan Putin tidak membahas batas waktu tertentu untuk gencatan senjata. Namun mereka sempat menyinggung pertukaran tahanan, yakni sembilan warga Rusia dengan sembilan warga Amerika.
Ia juga mengungkapkan bahwa Trump memuji prospek hubungan antara Moskow dan Washington sebagai sesuatu yang “mengagumkan”.
Kantor berita Rusia melaporkan bahwa juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menyebut bahwa kontak antara Moskow dan Kyiv masih rumit karena kedua pihak harus menyusun teks bersama untuk memorandum damai dan gencatan senjata.
Discussion about this post