Dalam pengujian yang melibatkan gim berat dengan teknologi grafis terbaru, GPU chip Samsung itu disebut mampu memberikan performa puncak sekitar 20 persen lebih tinggi dibandingkan Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6.
Sementara itu, pada gim 3D kelas atas yang menggunakan beban grafis lebih umum, keunggulan performa dasarnya diklaim mencapai sekitar 5 persen.
Namun, laporan tersebut belum menyertakan rincian metode pengujian maupun jenis gim yang digunakan untuk menghasilkan angka-angka tersebut.
Karena itu, masih terlalu dini untuk memastikan apakah keunggulan serupa akan terlihat ketika kedua prosesor digunakan pada ponsel yang dijual ke konsumen.
Dibuat dengan Teknologi Fabrikasi 2 Nanometer
Exynos 2700 disebut akan diproduksi menggunakan teknologi fabrikasi 2 nanometer generasi kedua milik Samsung Foundry, yang dikenal dengan nama SF2P.
Teknologi ini diharapkan meningkatkan kemampuan chip dalam menyeimbangkan performa dan konsumsi daya.
Samsung juga dikabarkan menyempurnakan teknologi pengemasan Heat Path Block (HPB) untuk membantu mengalirkan panas dengan lebih efektif.
Pengelolaan suhu menjadi faktor penting pada prosesor ponsel modern, terutama ketika perangkat menjalankan gim berat, merekam video, atau mengolah berbagai tugas secara bersamaan.
Sistem pendinginan yang lebih baik berpotensi membantu chip mempertahankan performa tinggi dalam waktu lebih lama sekaligus mengurangi risiko penurunan kecepatan akibat panas berlebih.
Sebagai pembanding, Exynos 2600 saat ini dilaporkan digunakan pada sejumlah model Galaxy S26 dan Galaxy Z Flip8.

















































Discussion about this post