Tombol bahu L1/L2 dan R1/R2 dirancang responsif dengan umpan balik taktil.
Tersedia pula tombol D-pad serta tombol ABXY.
Input gerakan mengandalkan giroskop enam sumbu.
Efek getaran ditangani motor linear sumbu X.
Pocket DMG juga dibekali touchpad mode ganda.
Terdapat MagicSwitch berupa roda putar yang dapat digunakan untuk mengatur volume dan pintasan kustom.
Perangkat ini menyertakan tombol Turbo khusus untuk pengalihan performa.
Tombol Home mendukung akses cepat ke menu emulator dan Xbox.
Keamanan biometrik mengandalkan pemindai sidik jari yang terintegrasi pada tombol daya.
Konektivitas mencakup Wi-Fi dan Bluetooth 5.3.
Slot kartu microSD mendukung standar SD 3.0 untuk ekspansi penyimpanan.
Sistem operasi yang dijalankan adalah Android 13 sejak pertama kali dinyalakan.
Manajemen sistem menggunakan AyaSpace.
Launcher antarmuka mengandalkan AyaHome.
Sebagai pembanding di pasar yang sama, Mangmi baru saja memperkenalkan Pocket Max dengan layar OLED 7 inci dan refresh rate 144Hz.
Perangkat tersebut mengusung desain retro yang menargetkan segmen gamer klasik.
Sementara itu, Anbernic meluncurkan RG477V yang dibekali chipset Dimensity 8300.
Model tersebut juga membawa layar dengan refresh rate 120Hz untuk pengalaman visual lebih mulus.(*)














































Discussion about this post