Alasan utama di balik perubahan ini adalah untuk bersaing secara lebih efektif dengan para kompetitor, khususnya produsen asal Tiongkok yang telah menerapkan jadwal peluncuran semi-tahunan.
Samsung, rival terkuat Apple, juga telah lebih dulu menggunakan strategi serupa dengan meluncurkan flagship di awal tahun dan perangkat lipat di pertengahan tahun.
Kuo juga menyatakan bahwa Apple butuh menghadirkan lebih banyak model iPhone daripada saat ini agar bisa tetap bersaing secara agresif.
Meluncurkan semua model sekaligus, menurutnya, justru membuat upaya pemasaran menjadi kurang fokus.
Akibatnya, beberapa model bisa tenggelam dan kalah pamor dibandingkan yang lain, seperti yang terlihat dari dominasi penjualan seri Pro dibandingkan model standar.
Perlu dicatat bahwa semua ini masih sebatas prediksi dari Kuo.
Ia tidak menyebutkan adanya bukti atau konfirmasi resmi dari Apple terkait hal ini.
Namun, rekam jejak Kuo yang akurat dalam memprediksi langkah Apple sebelumnya membuat banyak pihak yakin bahwa prediksi ini bukan sekadar spekulasi kosong.
Apakah Apple benar-benar akan mengganti strategi peluncuran iPhone menjadi dua kali setahun? Kita tunggu kejutan berikutnya dari raksasa teknologi ini.(*)














































Discussion about this post