ISTANAGARUDA.COM – Rencana pembebasan biaya kuliah di perguruan tinggi negeri mulai memasuki tahap pematangan setelah Presiden Prabowo Subianto meminta pemerintah mempercepat perluasan akses pendidikan gratis dari sekolah negeri hingga jenjang pendidikan tinggi.
Arahan tersebut disampaikan dalam rapat terbatas yang membahas percepatan penerapan pendidikan gratis di sekolah negeri sekaligus persiapan kebijakan pendidikan tinggi tanpa biaya kuliah.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan kebijakan pendidikan gratis untuk sekolah negeri diarahkan mencakup seluruh jenjang, mulai dari pendidikan anak usia dini hingga pendidikan menengah.
“Penerapan pendidikan gratis di sekolah negeri, mulai dari PAUD/TK, SD, SMP, hingga SMA/SMK. Secara keseluruhan, terdapat sekitar 164 ribu sekolah negeri pada jenjang tersebut di seluruh Indonesia,” ujar Seskab Teddy, Rabu, 23 September 2026.
Perluasan akses tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah untuk memastikan masyarakat memperoleh kesempatan pendidikan tanpa terkendala biaya di sekolah negeri.
Namun, agenda pemerintah tidak berhenti pada pendidikan dasar dan menengah.
Presiden Prabowo juga meminta jajarannya menyiapkan rencana pembebasan biaya kuliah bagi mahasiswa di perguruan tinggi negeri (PTN).
Pemerintah kini tengah mematangkan skema yang nantinya mencakup komponen biaya pendidikan seperti Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan uang pangkal.
“Dalam 2–4 minggu ke depan, pemerintah akan mematangkan rencana penerapan Pendidikan Tinggi Negeri bebas biaya kuliah, termasuk Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan uang pangkal,” ungkap Seskab Teddy.

















































Discussion about this post