ISTANAGARUDA.COM – Dunia olahraga Inggris dikejutkan oleh kasus hukum yang menyeret seorang mantan atlet Olimpiade setelah namanya muncul dalam dakwaan terkait dugaan penipuan cryptocurrency bernilai besar serta kasus peredaran ganja.
Chijindu ‘CJ’ Ujah, pelari yang pernah membela Team GB pada Olimpiade Tokyo 2021, resmi didakwa bersama sembilan tersangka lainnya di Pengadilan Mahkota Chelmsford, Inggris.
Jaksa menuduh kelompok tersebut menjalankan skema penipuan yang menargetkan pemilik aset kripto melalui metode rekayasa sosial yang terencana.
Menurut dakwaan, para tersangka menghubungi sejumlah korban melalui telepon dengan menyamar sebagai petugas kepolisian maupun perwakilan perusahaan cryptocurrency.
Dengan memanfaatkan identitas palsu tersebut, mereka diduga berhasil meyakinkan korban untuk menyerahkan informasi keamanan penting yang berkaitan dengan dompet digital mereka.
Data tersebut kemudian digunakan untuk mengakses dan menguras aset kripto milik para korban.
Salah satu korban dilaporkan mengalami kerugian lebih dari 300.000 poundsterling akibat aksi yang dituduhkan kepada kelompok tersebut.
Selain kasus penipuan aset digital, Ujah juga menghadapi tuduhan lain yang berkaitan dengan penyediaan ganja pada 29 April lalu.
Sementara itu, seluruh sepuluh terdakwa sama-sama menghadapi dakwaan konspirasi untuk melakukan penipuan.
Kasus ini ditangani oleh Unit Kejahatan Terorganisir Regional Inggris.
Dalam sidang yang telah berlangsung, para terdakwa belum diminta untuk menyampaikan pengakuan bersalah maupun tidak bersalah.


















































Discussion about this post