Mereka dijadwalkan kembali menghadiri persidangan berikutnya di Pengadilan Mahkota Chelmsford pada 24 Juli mendatang.
Nama Ujah sendiri cukup dikenal di dunia atletik Inggris.
Pada tahun 2014, ia mencatatkan waktu 9,96 detik untuk nomor lari 100 meter.
Catatan tersebut menjadikannya atlet Inggris kelima yang mampu menembus batas prestisius 10 detik pada nomor sprint paling bergengsi itu.
Munculnya nama Ujah dalam kasus ini membuatnya bergabung dalam daftar panjang figur publik yang pernah dikaitkan dengan kontroversi di dunia cryptocurrency.
Fenomena keterlibatan selebritas dalam proyek atau kasus kripto memang bukan hal baru.
Dalam sejumlah kasus sebelumnya, beberapa tokoh terkenal dituduh ikut mempromosikan produk atau platform yang kemudian menimbulkan kerugian bagi masyarakat.
Meski demikian, sebagian figur publik mengaku tidak sepenuhnya memahami produk yang mereka promosikan maupun risiko yang mungkin dihadapi para pengguna.
Salah satu contoh paling terkenal adalah runtuhnya FTX yang memicu gugatan hukum besar-besaran.
Sejumlah nama ternama sempat terseret dalam perkara tersebut karena pernah menjadi duta merek perusahaan.
Mereka antara lain Tom Brady, Stephen Curry, Shaquille O’Neal, serta Naomi Osaka.
Meningkatnya keterlibatan figur terkenal dalam berbagai proyek kripto kontroversial membuat sebagian investor menjadi lebih berhati-hati.
Meski demikian, kasus yang menjerat Ujah masih berada pada tahap awal proses hukum.
Nasib mantan atlet Olimpiade tersebut beserta para terdakwa lainnya akan ditentukan melalui proses persidangan yang akan berlanjut pada akhir Juli mendatang.(*)


















































Discussion about this post