ISTANAGARUDA.COM – Dunia kripto dikejutkan dengan lonjakan kapitalisasi pasar stablecoin yang menembus angka Rp 1.659,3 triliun (US$165,93 miliar). Kenaikan ini terjadi dalam waktu singkat, yaitu 0,14% dalam sehari dan 1% lebih dalam seminggu.
Stablecoin adalah aset kripto yang nilainya dipatok dengan aset stabil lainnya seperti mata uang fiat, emas, atau komoditas lain.
Dengan dukungan aset ini, nilai token tetap stabil dan menjadi alternatif bagi investor yang menghindari fluktuasi harga mata uang kripto seperti Bitcoin.
Lima stablecoin teratas saat ini adalah Tether (USDT), USD Coin (USDC), DAI, First Digital USD (FDUSD), dan USDD. Tether, yang diterbitkan oleh Tether Limited, kokoh di posisi teratas dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp 1.140,7 triliun (US$114 miliar).
Menyusul di posisi kedua adalah USDC, stablecoin yang diterbitkan oleh platform blockchain Circle. Kapitalisasi pasar USDC saat ini mencapai Rp 340,8 triliun (US$34 miliar).
Di posisi ketiga terdapat DAI, stablecoin yang dibangun di jaringan Ethereum. Kapitalisasi pasar DAI mencapai Rp 53,5 triliun (US$5,3 miliar).
Posisi keempat ditempati oleh FDUSD, stablecoin yang diterbitkan oleh First Digital Labs yang berbasis di Hong Kong. Kapitalisasi pasar FDUSD mencapai Rp 19,9 triliun (US$1,9 miliar).
USDD, stablecoin algoritmik yang dipatok terhadap dolar Amerika Serikat dan diterbitkan oleh Tron DAO, menempati posisi kelima dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp 7,4 triliun (US$740 juta).
Peningkatan kapitalisasi pasar stablecoin ini menandakan minat investor yang semakin besar terhadap aset kripto yang stabil. Para pelaku pasar keuangan tradisional mungkin juga mulai melirik stablecoin sebagai instrumen investasi alternatif.














































Discussion about this post