Pusat ini akan mencakup sistem IT Stellantis, kendaraan yang terhubung, fasilitas manufaktur, serta produk digital.
Dengan pendekatan ini, kecerdasan buatan dan perlindungan siber akan semakin terintegrasi dalam setiap pengalaman digital kendaraan.
Hal ini akan meningkatkan interaksi pengguna melalui aplikasi mobile dan layanan dalam kendaraan.
Pengguna seperti pengemudi Jeep bahkan dapat merasakan konektivitas yang lebih baik dan akses data cerdas, termasuk saat berada di wilayah terpencil.
Judson Althoff, CEO Commercial Business Microsoft, menyatakan: “Kerja sama kami dengan Stellantis mencerminkan ambisi bersama untuk mendorong transformasi AI secara bertanggung jawab dan aman di seluruh rantai nilai otomotif. Dengan menggabungkan skala global dan keahlian teknik Stellantis dengan platform cloud, AI, dan keamanan Microsoft yang terpercaya, kami menghadirkan nilai nyata bagi jutaan pengemudi di seluruh dunia.”
Dalam implementasinya, kedua perusahaan tengah mengembangkan lebih dari 100 inisiatif berbasis AI.
Program tersebut mencakup layanan pelanggan, pengembangan produk, hingga operasional perusahaan.
Beberapa di antaranya meliputi validasi produk berbasis AI, pemeliharaan prediktif, serta percepatan peluncuran fitur digital.
Stellantis juga menegaskan komitmennya untuk menempatkan pelanggan sebagai pusat dari setiap inovasi.
Hal ini dilakukan melalui pemanfaatan data terenkripsi yang aman untuk menghasilkan wawasan berbasis AI.
Selain itu, modernisasi cloud menjadi pilar penting dalam kerja sama ini.
















































Discussion about this post