ISTANAGARUDA.COM – Di tengah lonjakan utang nasional Amerika Serikat dan gejolak pasar global, CEO Coinbase Brian Armstrong menyatakan Bitcoin kini berperan sebagai penyeimbang inflasi sekaligus alat strategis menjaga dominasi dolar AS.
CEO Coinbase Brian Armstrong menilai Bitcoin merupakan alternatif yang layak yang dapat membantu menstabilkan ekonomi Amerika Serikat.
Dalam unggahan terbarunya di platform X, Armstrong menyatakan bahwa mata uang kripto tersebut membantu mengendalikan inflasi di Amerika Serikat.
Menurut Armstrong, Bitcoin adalah penyeimbang terhadap inflasi yang berfungsi sebagai saluran bagi modal ketika pengeluaran mulai tidak terkendali.
Armstrong mengadopsi gagasan bahwa persaingan menguntungkan pelanggan, dengan menyatakan bahwa hal yang sama berlaku di pasar uang, yang memungkinkan Bitcoin berfungsi sebagai alat untuk menjaga dominasi dolar.
Armstrong menyampaikan pandangannya tentang relevansi Bitcoin terhadap dolar AS setelah muncul kabar bahwa utang nasional Amerika Serikat telah mencapai rekor tertinggi baru sebesar 39 triliun dolar AS.
Kondisi tersebut telah menyebabkan peningkatan belanja pemerintah yang melonjak menjadi lebih dari 3,4 triliun dolar AS untuk tahun fiskal berjalan.
Lonjakan utang nasional tersebut juga diperparah oleh perang yang sedang berlangsung di Iran yang turut menekan pasar saham Amerika Serikat.
Pada Sabtu pagi, indeks S&P 500 turun 1,51 persen ke level 6.506,48 yang merupakan penutupan terendah pada tahun 2026.
Sementara itu, indeks Dow Jones turun 1 persen ke level 45.577,47.
Indeks Nasdaq juga merosot 2,01 persen ke level 21.647,61.
Perkembangan situasi global tersebut juga menyebabkan saham perusahaan teknologi raksasa mengalami penurunan tajam, dengan Nvidia, Meta, dan Tesla memimpin penurunan di tengah terganggunya pasokan energi akibat krisis yang berlangsung.
Perlu dicatat bahwa Bitcoin tetap relatif tidak terguncang sejak perang dimulai dengan mempertahankan pergerakan harga di kisaran antara 65.000 dolar AS hingga 75.000 dolar AS.
Mata uang kripto tersebut menunjukkan stabilitas yang cukup kuat di tengah kekacauan pasar global dan menjadi alternatif penempatan modal bagi investor di tengah ketidakpastian ekonomi.
Selain mempertahankan kisaran harga yang stabil, banyak analis memperkirakan Bitcoin akan menembus level resistensi seiring meningkatnya momentum bullish.
Pergerakan Bitcoin tersebut mencerminkan proses akumulasi yang masih berlangsung yang menunjukkan adanya aliran modal masuk karena investor mencari aset yang lebih aman di tengah meningkatnya inflasi di sektor ekonomi utama.(*)

















































Discussion about this post