ISTANAGARUDA.COM – Langkah Morgan Stanley meluncurkan ETF Bitcoin sendiri dinilai sebagai sinyal kuat bahwa institusi keuangan raksasa mulai bersiap membawa Bitcoin ke skala industri di Wall Street.
Raksasa keuangan Morgan Stanley mengajukan Amendment No. 2 untuk Form S-1 terkait ETF Bitcoin spot mereka yang bernama Morgan Stanley Bitcoin Trust.
Dokumen tersebut diajukan pada 17 Maret 2026.
ETF tersebut direncanakan akan diperdagangkan di NYSE Arca dengan kode ticker MSBT.
Pengajuan tersebut juga mengungkap adanya dana awal sebesar 1 juta dolar AS melalui 50.000 saham awal.
CEO Strategy, Phong Le, menyebut produk ini sebagai “taruhan Bitcoin besar.”
Ia menjelaskan bahwa Morgan Stanley Wealth Management mengelola sekitar 8 triliun dolar AS aset.
Saat ini perusahaan merekomendasikan alokasi Bitcoin sebesar 0 hingga 4 persen dalam portofolio klien.
Jika menggunakan alokasi moderat sebesar 2 persen, maka potensi dana yang bisa masuk ke pasar Bitcoin mencapai 160 miliar dolar AS.
Jumlah tersebut hampir tiga kali lebih besar dibandingkan ukuran ETF Bitcoin milik BlackRock yaitu BlackRock IBIT.
Morgan Stanley mengajukan dokumen pendaftaran ETF Bitcoin spot kepada U.S. Securities and Exchange Commission.
ETF tersebut akan memiliki unit pembuatan sebesar 10.000 saham per unit.
Dokumen juga menyebutkan adanya seed basket awal sebesar 50.000 saham dengan nilai sekitar 1 juta dolar AS.
Phong Le kembali menegaskan bahwa produk ini merupakan langkah besar bagi adopsi Bitcoin oleh institusi.
Ia menjelaskan bahwa potensi aliran dana sebesar 160 miliar dolar AS bukan berarti akan masuk sekaligus dalam waktu dekat.
Alokasi dana akan bergantung pada keputusan klien, rekomendasi penasihat keuangan, kondisi pasar, serta persetujuan regulator.
Peluncuran MSBT dinilai bukan sekadar produk ETF tambahan.
Langkah ini dianggap sebagai momen ketika Wall Street berhenti sekadar mendapatkan eksposur Bitcoin dan mulai memproduksi eksposur tersebut dalam skala industri.
Jika ETF ini diluncurkan, Morgan Stanley berpotensi menjadi bank besar pertama di Amerika Serikat yang menerbitkan ETF Bitcoin spot sendiri.
Perusahaan akan memanfaatkan jaringan wealth management yang sangat besar untuk menyalurkan investasi ke Bitcoin secara lebih efisien.
Langkah ini juga dapat memicu perusahaan keuangan besar lain seperti Goldman Sachs dan JPMorgan untuk melakukan langkah serupa.
Berdasarkan data dari CoinCodex per 21 Maret 2026, harga Bitcoin berada di level 70.568,62 dolar AS.
Kapitalisasi pasar Bitcoin saat ini mencapai sekitar 1,41 triliun dolar AS.
Bitcoin diproyeksikan mencapai harga 76.620 dolar AS dalam lima hari.
Dalam satu bulan, harga diperkirakan berada di sekitar 76.424 dolar AS.
Dalam tiga bulan, harga diproyeksikan berada di sekitar 74.455 dolar AS.
Target harga akhir tahun 2026 diperkirakan mencapai 82.898 dolar AS.
Proyeksi tersebut menunjukkan potensi kenaikan sekitar 17,37 persen.
Sejak diluncurkan pada tahun 2024, ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat telah mengumpulkan total arus dana masuk sebesar 56,37 miliar dolar AS.
ETF milik BlackRock yaitu IBIT sendiri telah mencatat arus dana kumulatif lebih dari 63,34 miliar dolar AS.
Karena itu, MSBT dinilai bukan sekadar ETF baru.
Produk ini dianggap sebagai bentuk komitmen jangka panjang Wall Street terhadap Bitcoin.
Arus dana diperkirakan akan masuk secara bertahap tergantung persetujuan regulator dan kondisi ekonomi global.
Namun jika disetujui, potensi lonjakan permintaan Bitcoin dari institusi bisa sangat besar.(*)


















































Discussion about this post