Jaksa menegaskan bahwa alih-alih melindungi masyarakat, Halem justru memanfaatkan latar belakang kepolisiannya untuk melakukan kejahatan dengan kekerasan.
Ia disebut menggunakan simbol otoritas dan rasa takut untuk menargetkan seorang remaja.
Vonis ini dijatuhkan sekitar tujuh bulan setelah Halem pertama kali ditangkap pada Agustus 2025.
Kantor Kejaksaan Distrik Los Angeles County saat itu mendakwanya dengan penculikan untuk tebusan dan perampokan rumah dengan senjata.
Ia dijadwalkan menjalani sidang pembacaan hukuman pada 31 Maret 2026.
Kasus ini juga menyoroti isu yang lebih luas terkait meningkatnya risiko kepemilikan aset kripto bernilai tinggi.
Pertumbuhan kekayaan digital dalam beberapa tahun terakhir memunculkan pola kejahatan baru yang semakin agresif.
Penegak hukum di Amerika Serikat dan sejumlah negara lain mencatat peningkatan kasus perampokan dan penculikan yang menargetkan pemilik kripto.
Sepanjang 2024 dan 2025, beberapa insiden perampokan rumah disertai kekerasan serta penculikan terkait aset kripto terjadi di berbagai wilayah Amerika Serikat.
Fenomena ini menunjukkan bahwa pelaku kejahatan kini tidak lagi hanya memburu uang tunai.
Dompet digital dan perangkat penyimpanan keras yang menyimpan aset kripto menjadi target baru karena tidak terikat langsung pada sistem perbankan tradisional.
Perkara ini menjadi peringatan keras bahwa di balik potensi keuntungan besar dari Bitcoin dan aset digital lainnya, terdapat risiko keamanan nyata yang memerlukan perlindungan fisik maupun digital secara serius.(*)














































Discussion about this post