Pada Desember 2025, persetujuan diberikan kepada entitas yang terafiliasi dengan Circle, Ripple, BitGo, Fidelity Digital Assets, dan Paxos.
Persetujuan tambahan kemudian juga diberikan kepada perusahaan yang terhubung dengan Stripe, Crypto.com, serta Protego.
Sejumlah pengamat sebelumnya mempertanyakan apakah layanan kustodi aset digital, yang umumnya dianggap aktivitas non-fidusia, dapat menjadi bisnis utama bank trust nasional.
Namun OCC baru-baru ini menerbitkan Bulletin 2026-4 yang memperjelas bahwa bank nasional berbasis trust tetap dapat menjalankan aktivitas non-fidusia selama berjalan berdampingan dengan layanan fidusia.
Aturan tersebut dijadwalkan mulai berlaku pada 1 April 2026.
Amy Oldenburg, Head of Digital Asset Strategy Morgan Stanley, sebelumnya menegaskan pentingnya membangun infrastruktur kripto secara internal.
Berbicara dalam konferensi Bitcoin For Corporations di Las Vegas, ia menyampaikan bahwa perusahaan ingin aset digital terintegrasi sepenuhnya dalam platform internal guna memperkuat kepercayaan terhadap merek Morgan Stanley.
Selain layanan kustodi dan perdagangan, bank ini juga tengah mengeksplorasi pinjaman berbasis Bitcoin serta layanan penghasil imbal hasil.
Langkah tersebut membuka kemungkinan transformasi kripto dari sekadar aset investasi menjadi instrumen penghasil pendapatan.
Pada Januari 2026, Morgan Stanley juga mengajukan dokumen S-1 kepada U.S. Securities and Exchange Commission untuk ETF spot Bitcoin, Ethereum, dan Solana.
Perusahaan kemudian menambahkan pengajuan ETF Ether berbasis staking yang menunjukkan ketertarikan terhadap produk yield berbasis blockchain.















































Discussion about this post