Mobil ini juga menghasilkan downforce -1,2 dengan tingkat efisiensi aerodinamis mencapai 4,1.
Artinya kendaraan mampu melaju sangat cepat di lintasan lurus sekaligus mempertahankan cengkeraman kuat saat menikung dalam kecepatan tinggi.
Hypercar digital ini menjadi model pertama yang menggunakan teknologi Active Wake Control System.
Sistem tersebut bekerja bersama velg khusus bernama Accretion Rims untuk mengatur aliran udara di sekitar roda.
Bahkan lampu belakang tidak hanya berfungsi sebagai elemen visual karena dibentuk menyerupai halo yang bertindak sebagai saluran udara besar untuk pendinginan dan stabilitas.
Keseimbangan antara hambatan rendah dan tekanan udara tinggi ini mendapat pujian dari Kazunori Yamauchi, kreator seri Gran Turismo.
Ia menyebut mobil tersebut sebagai “panutan untuk era modern”.
Di dalam kabin, Xiaomi justru mengambil pendekatan berbeda dari mobil balap konvensional melalui konsep “Sofa Racer”.
Dashboard, pintu, dan kursi dirancang menyatu dalam satu garis lengkung mulus sehingga menciptakan ruang menyerupai lounge yang nyaman dibanding kokpit balap tradisional.
Sebagai perusahaan teknologi, Xiaomi mengintegrasikan mobil ini sepenuhnya dengan ekosistem pintar “Human x Car x Home”.
Vision Gran Turismo juga menghadirkan fitur Xiaomi Pulse.
Teknologi ini menggunakan kombinasi cahaya dan suara untuk berinteraksi dengan pengemudi.
Sistem tersebut mampu membaca kondisi emosional pengguna dan menyesuaikan atmosfer kendaraan sesuai suasana hati.
Pendekatan ini mengubah mobil dari sekadar mesin menjadi pendamping digital interaktif.














































Discussion about this post