Pada Sabtu, 7 Februari 2026, Bitcoin diperdagangkan di kisaran 68.600 dolar Amerika Serikat.
Koin kripto terbesar tersebut masih terjebak dalam tren penurunan makro meskipun adopsi institusional terus meningkat.
Regulasi yang semakin jelas di lebih dari selusin yurisdiksi juga belum mampu menahan tekanan penurunan harga.
Sejumlah analis menilai teori pengaruh institusi terhadap penurunan Bitcoin masih dapat diperdebatkan.
Pengguna platform X bernama @chrisbackus5 menanggapi pandangan Hayes dengan menyatakan bahwa penurunan harga Bitcoin bisa saja merupakan bagian dari siklus empat tahunan pasar kripto.
Siklus empat tahunan Bitcoin secara historis memang sering memicu fase pasar bearish selama beberapa bulan setelah peristiwa halving.
Meskipun demikian, catatan investasi terstruktur yang terkait dengan IBIT yang dipimpin Morgan Stanley telah mencapai nilai nosional sekitar 353 juta dolar Amerika Serikat hingga akhir tahun 2025.
Dengan semakin banyak bank tradisional yang terlibat dalam pasar Bitcoin melalui produk ETF spot, nilai nosional catatan investasi terstruktur diperkirakan akan meningkat jauh lebih besar.
Hayes menyatakan bahwa dirinya berencana mengumpulkan daftar seluruh catatan investasi yang diterbitkan bank tradisional.
Langkah tersebut bertujuan untuk memahami pola pergerakan harga Bitcoin secara lebih jelas.
Hayes menilai data tersebut dapat membantu trader mengidentifikasi titik pemicu volatilitas harga.
Ia meyakini titik pemicu tersebut dapat mendorong pergerakan harga secara tajam ke arah kenaikan maupun penurunan.
















































Discussion about this post