ISTANAGARUDA.COM – Gejolak harga Bitcoin kembali memicu perhatian global setelah mantan eksekutif kripto Arthur Hayes mengungkap kemungkinan keterlibatan strategi lindung nilai institusi besar dalam memicu tekanan jual di pasar aset digital.
Arthur Hayes menyampaikan bahwa penurunan harga Bitcoin kemungkinan besar dipicu oleh strategi lindung nilai yang dilakukan oleh dealer institusi.
Hayes menjelaskan bahwa penurunan harga Bitcoin terjadi setelah aset tersebut jatuh di bawah level support penting dalam tren bullish.
Ia menilai dealer institusi terpaksa menjual Bitcoin untuk melindungi posisi mereka dalam produk investasi terstruktur.
Produk investasi tersebut mencakup instrumen seperti iShares Bitcoin Trust ETF milik BlackRock yang dikenal dengan kode IBIT.
“Dump BTC kemungkinan disebabkan oleh lindung nilai dealer yang berasal dari produk terstruktur $IBIT,” ujar Hayes.
Hayes menilai aktivitas lindung nilai institusional menciptakan siklus penjualan paksa di pasar Bitcoin.
Ia menyebut bahwa strategi tersebut telah mengubah dinamika perdagangan Bitcoin secara signifikan.
Hayes menegaskan bahwa aktivitas derivatif kini menjadi faktor utama yang menentukan keseimbangan permintaan dan pasokan Bitcoin.
“As derivatives scale, BTC volatility is increasingly driven by Dealer Gamma hedging rather than retail sentiment. These ‘Trigger Points’ are the new support/resistance levels of the 2026 cycle,” @bbx_official stated.
Harga Bitcoin tercatat turun drastis dari puncaknya yang sempat melampaui 126 ribu dolar Amerika Serikat.
















































Discussion about this post