ISTANAGARUDA.COM – Di tengah momentum penentuan arah regulasi aset digital Amerika Serikat, CEO Ripple tampil di hadapan Senat dengan pesan tegas agar legislasi kripto segera diprioritaskan.
CEO Ripple mendesak Komite Perbankan Senat Amerika Serikat untuk menempatkan pengesahan RUU Struktur Pasar Kripto sebagai agenda utama.
RUU tersebut dijadwalkan akan dibawa ke pemungutan suara di lantai Senat pada Selasa, 27 Januari 2026.
Desakan ini disampaikan langsung oleh CEO Ripple, Brad Garlinghouse, saat mempresentasikan pandangannya di hadapan Komite Perbankan Senat.
Dalam forum tersebut, Garlinghouse memanfaatkan kesempatan untuk menyoroti fondasi utama Ripple sebagai perusahaan teknologi yang mengedepankan kepatuhan regulasi.
Ia menekankan bahwa pendekatan compliance-first menjadi prinsip utama Ripple dalam menyediakan solusi teknologi berbasis aset digital.
Garlinghouse menyampaikan bahwa pengesahan RUU Struktur Pasar Kripto akan menghadirkan kepastian aturan yang dibutuhkan Amerika Serikat untuk menjadi pusat kripto dunia.
Menurutnya, regulasi tersebut akan langsung memicu era baru daya saing nasional di sektor keuangan digital.
Ia menjelaskan bahwa undang-undang ini berpotensi membuka efisiensi baru dalam transaksi keuangan yang akan memberikan manfaat signifikan bagi konsumen dan pelaku usaha.
Dalam kapasitasnya sebagai pemimpin Ripple, Garlinghouse juga menegaskan posisi perusahaan sebagai pemangku kepentingan yang relevan dalam ekosistem aset digital.
Ia menyebutkan bahwa Ripple telah berkembang menjadi perusahaan global dengan sekitar 900 karyawan yang tersebar di lebih dari 50 kantor di berbagai negara.
















































Discussion about this post