Sepanjang bulan ini, pejabat Jepang juga berulang kali memperingatkan agar tidak terjadi pergerakan mata uang yang berlebihan.
Yen sempat menguat dan diperdagangkan di kisaran 155,90 per dolar setelah sebelumnya berada dalam tren pelemahan.
Meski berbagai sinyal muncul, belum ada konfirmasi resmi terkait intervensi Amerika Serikat maupun aksi terkoordinasi.
Data neraca Federal Reserve sejauh ini belum mendukung skenario bullish berbasis likuiditas yang diuraikan Hayes.
Laporan H.4.1 terbaru menunjukkan aset berdenominasi mata uang asing stagnan di sekitar 19 miliar dolar AS.
Total neraca The Fed masih berada di kisaran 6,58 triliun dolar AS dan terus mengalami penyusutan.
Brain AI mencatat bahwa neraca tersebut menyusut sekitar 75 miliar dolar AS setiap bulan.
Cadangan perbankan juga turun tajam dalam data terbaru, yang mengindikasikan terjadinya penarikan likuiditas bersih.
Walaupun kepemilikan obligasi Treasury sedikit meningkat, secara keseluruhan neraca tidak mengalami ekspansi.
Analis menilai kondisi ini mencerminkan kelanjutan kebijakan pengetatan kuantitatif, bukan perubahan arah kebijakan.
Analisis Brain AI juga memperingatkan bahwa intervensi yen justru bisa menekan Bitcoin dalam jangka pendek.
Penguatan yen yang terlalu cepat berpotensi memicu pembalikan yen carry trade.
Dalam skema tersebut, investor yang sebelumnya meminjam yen untuk berinvestasi di aset berisiko akan melepas kepemilikannya.
Proses ini biasanya mendorong penjualan aset berisiko seperti saham dan kripto, termasuk Bitcoin.

















































Discussion about this post