ISTANAGARUDA.COM – Rencana ambisius Standard Chartered untuk memperluas layanan aset digital menandai sinyal kuat bahwa perbankan tradisional semakin serius menggarap pasar kripto kelas institusi.
Bank multinasional tersebut dikabarkan tengah mengkaji pembentukan unit perdagangan kripto sekaligus prime brokerage melalui tim inovasi internal mereka, SC Ventures.
Langkah ini dinilai sebagai ekspansi strategis untuk melayani investor kripto skala besar yang membutuhkan layanan teregulasi dan infrastruktur profesional.
Meski wacana ini mencuat ke publik, pihak bank belum menetapkan jadwal peluncuran resmi.
Standard Chartered juga belum memberikan konfirmasi maupun bantahan atas kabar tersebut.
Arah kebijakan ini sejalan dengan tren yang sedang ditempuh oleh bank-bank besar dunia.
Morgan Stanley, misalnya, baru-baru ini mengajukan izin untuk meluncurkan produk ETF kripto.
Sementara itu, Bank of America telah mengizinkan para penasihat keuangannya memanfaatkan ETF Bitcoin spot dalam strategi investasi klien.
Fenomena ini menunjukkan bahwa sektor keuangan konvensional semakin menerima aset digital yang berada dalam kerangka regulasi.
Di sisi lain, Standard Chartered juga memperbarui proyeksi harga Ethereum ke level yang lebih konservatif.
Bank tersebut kini memperkirakan ETH akan berada di kisaran 7.500 dolar AS pada akhir 2026.
Angka ini turun cukup signifikan dari proyeksi sebelumnya yang mencapai 12.000 dolar AS.
Untuk akhir 2028, target harga Ethereum juga direvisi menjadi sekitar 22.000 dolar AS.















































Discussion about this post