Seorang pria di Pennsylvania kehilangan dana sebesar 53.150 dolar AS.
Sementara seorang perempuan di Maryland dilaporkan kehilangan 38.750 dolar AS.
Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa dana hasil kejahatan tersebut dicuci melalui berbagai bursa kripto, platform perjudian daring, serta pembelian aset digital lainnya.
Aparat sejauh ini telah berhasil mengamankan sekitar 105 ribu dolar AS dalam bentuk tunai.
Selain itu, sekitar 400 ribu dolar AS dalam bentuk kripto juga telah dipulihkan.
Pihak berwenang menyatakan bahwa aset tambahan masih terus dilacak.
Unit Mata Uang Virtual Kejaksaan Brooklyn mengungkap bahwa Spektor aktif memamerkan aksinya di forum daring, kanal Telegram, dan Discord.
Ia juga diduga merekrut pihak lain untuk membantu menjalankan skema penipuan tersebut.
Spektor disebut menggunakan nama akun @lolimfeelingevil di Telegram.
Ia mengelola sebuah kanal bernama “Blockchain Enemies” yang digunakan untuk menyombongkan hasil curian, membagikan kerugian akibat perjudian, serta mengajarkan teknik rekayasa sosial kepada anggota lain.
Pada Jumat, Spektor resmi menjalani sidang pembacaan dakwaan di hadapan Hakim Mahkamah Agung Negara Bagian New York, Danny Chun.
Ia didakwa atas 31 tuntutan pidana.
Tuduhan tersebut mencakup pencurian besar tingkat pertama, pencucian uang tingkat pertama, serta skema penipuan terorganisir.
Spektor saat ini ditahan dengan status jaminan.
Jaksa Eric Gonzalez menegaskan keseriusan penanganan kejahatan kripto oleh pihaknya.
“Kami akan menyelidiki para pelaku dengan menggunakan teknologi terbaru, membekukan aset mereka kapan pun memungkinkan, dan membantu para korban,” kata Gonzalez.














































Discussion about this post