ISTANAGARUDA.COM – Sebuah kasus penipuan kripto berskala nasional di Amerika Serikat terungkap setelah aparat hukum menjerat seorang pria muda Brooklyn yang diduga merugikan puluhan investor melalui manipulasi digital yang terencana rapi.
Seorang pria berusia 23 tahun asal Brooklyn didakwa sebagai otak di balik skema phishing dan rekayasa sosial kripto yang menargetkan hampir 100 pengguna Coinbase di berbagai negara bagian Amerika Serikat.
Total kerugian korban dalam kasus ini diperkirakan mendekati 16 juta dolar AS atau setara ratusan miliar rupiah.
Jaksa Wilayah Brooklyn, Eric Gonzalez, mengumumkan dakwaan tersebut pada Jumat waktu setempat.
Dalam dakwaan disebutkan bahwa tersangka bernama Ronald Spektor, warga Sheepshead Bay, menyamar sebagai perwakilan resmi Coinbase untuk menipu para korban.
Dengan identitas palsu tersebut, Spektor meyakinkan korban bahwa akun mereka sedang dalam kondisi terancam.
Korban kemudian diarahkan untuk memindahkan aset kripto mereka ke dompet baru yang ternyata sepenuhnya berada di bawah kendali Spektor.
Kantor Kejaksaan menyebutkan bahwa skema ini dilakukan melalui panggilan telepon, email, serta notifikasi autentikasi dua faktor palsu.
Para korban percaya bahwa mereka sedang berkomunikasi dengan staf resmi Coinbase.
Akibatnya, aset kripto bernilai besar ditransfer langsung ke dompet yang dikendalikan pelaku.
Korban penipuan ini tersebar di berbagai wilayah Amerika Serikat.
Seorang warga California dilaporkan kehilangan lebih dari 1 juta dolar AS.
Seorang warga Virginia mengalami kerugian sekitar 900 ribu dolar AS.














































Discussion about this post