Setiap tiga bulan, laporan keuangan membanjiri pasar dengan data baru yang mampu mematahkan narasi dan merusak setup teknikal dalam sekejap.
Fundamental di pasar saham bukan pelengkap, melainkan pesaing aktif bagi pergerakan harga.
Berbeda dengan kripto yang perhatiannya terpusat pada segelintir token populer, pasar saham sangat terfragmentasi.
Ribuan perusahaan tersebar di berbagai sektor dan wilayah, membuat pencarian peluang menjadi pekerjaan berat tersendiri.
Tidak ada linimasa terkurasi yang konsisten menyorot “trade terpanas” seperti di kripto.
Proses discovery di saham jauh lebih kompleks dan menyita waktu.
Yang lebih krusial, trader saham berhadapan langsung dengan para spesialis.
Sebagian besar modal diskresioner dikelola oleh pihak yang telah bertahun-tahun mendalami sektor tertentu.
Mereka rutin berkomunikasi dengan manajemen perusahaan.
Mereka melakukan channel check, mengakses data eksklusif, dan memahami bagaimana ekspektasi pasar dibentuk, bukan sekadar membaca angka.
Bagi trader kripto yang baru masuk ke saham, ini berarti memulai dari posisi minus secara informasi.
Hambatan terbesar justru bukan volatilitas yang lebih lambat atau risiko gap semalam.
Tantangan utamanya adalah banjir informasi dan hierarkinya.
Di pasar saham, trader harus menafsirkan apakah laba benar-benar mengalahkan ekspektasi.
Trader harus menilai apakah panduan ke depan lebih penting daripada angka utama.
Trader juga perlu memahami bagaimana pergerakan saham terkait rotasi sektor.
Belum lagi dampak posisi opsi terhadap harga.














































Discussion about this post