Menurutnya, likuiditas besar yang mengalir dari ekspansi ekonomi AS bisa memperkuat minat terhadap aset berisiko seperti Bitcoin dan altcoin, mengingat sejarah mencatat bahwa reli besar Bitcoin kerap terjadi saat kebijakan moneter longgar dan ketersediaan likuiditas meningkat.
Pasar Kripto Masih Lesu, Tapi Potensi Rebound Kian Besar
Prediksi optimistis ini muncul di tengah kondisi pasar kripto yang masih tertekan.
Bitcoin saat ini diperdagangkan di level USD 101.800, turun sekitar 8% dalam sepekan terakhir, sementara Ethereum merosot 12% menjadi USD 3.400.
Sejumlah altcoin besar seperti XRP dan Solana juga mengalami tekanan tajam, menandakan fase koreksi yang masih berlangsung.
Data terbaru menunjukkan bahwa ETF Bitcoin menjual lebih dari USD 550 juta BTC pada Jumat lalu, dengan arus keluar terbesar berasal dari BlackRock, Fidelity, Bitwise, dan ARK Invest.
Namun, para analis menilai bahwa jika benar stimulus ekonomi sebesar USD 20 triliun terealisasi bersamaan dengan pelonggaran moneter, arus modal baru dapat menghidupkan kembali permintaan terhadap aset digital, termasuk Bitcoin dan stablecoin.
Selain itu, penyedia likuiditas dan proyek infrastruktur kripto diyakini juga akan diuntungkan dari gelombang modal berisiko baru yang mungkin mengalir ke sektor ini.
Secara historis, peningkatan likuiditas dolar telah memicu lonjakan volume perdagangan, masuknya institusi ke pasar spot ETF, dan peningkatan tajam harga aset digital utama.
Robert Kiyosaki Prediksi Bitcoin Sentuh USD 250.000
Sementara itu, penulis buku keuangan legendaris Robert Kiyosaki kembali membuat pernyataan berani di tengah ketidakpastian ekonomi global.














































Discussion about this post