Gelombang keluar ini dimulai sejak 30 Oktober, dengan penarikan mencapai 470 juta dolar AS, diikuti 192 juta dolar pada 31 Oktober, 191,6 juta dolar pada 1 November, dan 186,5 juta dolar pada 3 November.
Dalam satu pekan penuh, total dana keluar dari Bitcoin ETF menembus 799 juta dolar AS, menjadikannya salah satu periode terburuk dalam beberapa bulan terakhir.
ETF milik Fidelity (FBTC) mencatat kerugian terbesar dengan outflow lebih dari 220 juta dolar AS, sementara ARK Invest (ARKB) mengikuti dengan sekitar 200 juta dolar AS.
Per 3 November 2025, nilai aset bersih gabungan seluruh ETF Bitcoin spot berada di angka 143,5 miliar dolar AS.
Nasib serupa dialami Ethereum ETF, yang pada hari yang sama kehilangan 135,7 juta dolar AS dalam empat sesi penarikan berturut-turut.
ETF milik BlackRock (ETHA) menjadi yang paling terpukul dengan outflow sebesar 81,7 juta dolar AS, atau sekitar 60% dari total penarikan dana, diikuti oleh Fidelity (FETH) dengan 25,1 juta dolar dan Grayscale (ETHE) sebesar 15 juta dolar AS.
Selama periode 29–31 Oktober, ETF Ethereum kehilangan total 363,8 juta dolar AS, meskipun secara keseluruhan masih mencatat arus masuk kumulatif sebesar 14,14 miliar dolar AS dengan aset bersih mencapai 24,02 miliar dolar AS.
Perbedaan tajam antara lonjakan Solana dan penurunan Bitcoin–Ethereum menunjukkan pergeseran strategi investor institusional dalam menata portofolio mereka di tengah dinamika pasar kripto global.
Fenomena ini menandakan Solana mulai menarik perhatian investor besar yang melihatnya sebagai alternatif kuat dalam lanskap aset digital berbasis blockchain generasi baru.(*)














































Discussion about this post