Optimisme ini sudah terlihat di pasar Asia sejak awal pekan.
Indeks Nikkei 225 Jepang dan KOSPI Korea Selatan mencetak rekor baru, menandakan ekspektasi positif terhadap hasil pertemuan Trump–Xi.
Namun, di balik euforia itu, pasar tetap waspada menghadapi potensi “badai makro” yang dapat menentukan arah pergerakan aset berisiko, termasuk Bitcoin.
Menurut laporan terbaru CryptoQuant, arus masuk besar dari investor besar (whales) ke bursa kripto Binance mencapai lebih dari 185.000 BTC sepanjang Oktober — angka tertinggi dalam beberapa bulan terakhir.
Sekitar seperempat dari jumlah tersebut berasal dari dompet milik whale, menunjukkan adanya reposisi besar di tengah ketidakpastian global.
Meskipun inflow besar sering diartikan sebagai tanda tekanan jual, analis CryptoQuant menilai pergerakan kali ini bukan kepanikan, melainkan langkah strategis untuk bersiap menghadapi volatilitas tinggi.
“Pergerakan ini lebih menunjukkan penyesuaian posisi ketimbang aksi keluar dari pasar,” tulis laporan tersebut.
Menariknya, sejak awal Oktober Bitcoin belum pernah jatuh di bawah $100.000.
Harga aset digital terbesar itu terus stabil, bahkan saat pelaku pasar menantikan sinyal dari The Fed dan hasil diplomasi antara Washington dan Beijing.
Data historis menunjukkan bahwa komentar Presiden Trump tentang tarif impor terhadap Tiongkok kerap memengaruhi pergerakan Bitcoin secara langsung.
Ketika Trump mengancam tarif 100%, harga BTC sempat anjlok hampir 8%.
Namun, ketika pembicaraan antara kedua negara kembali dibuka, harga Bitcoin segera bangkit.












































Discussion about this post