ISTANAGARUDA.COM – Pasar aset digital pekan ini dikuasai oleh lonjakan token berbasis kecerdasan buatan (AI), sementara Oracle semakin mendekati valuasi fantastis $1 triliun, meninggalkan Nvidia yang mulai tertekan.
Kategori kripto yang didorong oleh teknologi AI mencatatkan kinerja paling impresif, dengan DeFi AI (DeFAI) memimpin kenaikan sebesar 4,5%.
Sektor Decentralized Science (DeSci) ikut melesat 4,3%, sementara proyek AI Agent meningkat 4,0%.
Token privasi menanjak 3,2%, dan bursa terpusat (CEX) ikut meraih kenaikan 3,0%.
Di sisi lain, jaringan Layer 1 mencatat pertumbuhan 2,8% dan Layer 2 menambah 2,6%.
DeFi inti naik 2,2%, sementara Decentralized Physical Infrastructure (DePIN) menguat 1,8%.
Aset Dunia Nyata atau RWA (Real World Aset) ikut mencatatkan kenaikan tipis 1,2%.
Token meme hanya bertambah 0,5%, sedangkan bursa terdesentralisasi (DEX) nyaris stagnan di 0,2%.
Namun, sektor spekulatif justru mengalami tekanan.
Protokol peminjaman anjlok 2,3%, token Non-Fungible (NFT) turun 1,5%, dan token berbasis oracle merosot 0,9%.
Token gim juga terkoreksi 0,1%, menunjukkan minimnya aktivitas di sektor tersebut.
Perubahan arah pasar mendorong aliran modal beralih ke aset yang memiliki utilitas nyata, seperti DeFAI dan DeSci, sementara kategori spekulatif seperti NFT dan lending tertekan.
Di tengah kondisi itu, Oracle mencatat lonjakan valuasi senilai $200 miliar hanya dalam satu sesi perdagangan.
Kenaikan ini mendongkrak kapitalisasi pasar perusahaan hingga mendekati $1 triliun.
Lonjakan harga saham Oracle juga mengerek kekayaan pendirinya, Larry Ellison, lebih dari $107 miliar, menempatkannya sebagai orang terkaya di dunia, melewati Elon Musk.















































Discussion about this post