ISTANAGARUDA.COM – Pemerintahan Trump dikabarkan siap merilis laporan komprehensif mengenai aset digital yang telah lama dinantikan, menjadi cetak biru pertama kebijakan kripto di bawah administrasi ini.
Menurut laporan Eleanor Terrett dari Crypto In America, publikasi resmi laporan tersebut dijadwalkan pada Selasa, 22 Juli, namun dipastikan akan diumumkan “sebelum akhir bulan,” berdasarkan sumber dari Gedung Putih yang dikutip pada Senin, 21 Juli.
Laporan ini merupakan hasil koordinasi panjang antar lembaga sejak awal tahun.
Dokumen tersebut disusun oleh Presidential Working Group on Digital Assets, yang diketuai bersama oleh David Sacks dan Bo Hines, sebagai tindak lanjut dari perintah eksekutif bulan Januari yang menekankan pentingnya memperkuat posisi Amerika Serikat di sektor kripto.
Meski rincian lengkapnya masih terbatas, Terrett menyebut laporan ini diperkirakan memuat rekomendasi regulasi dan usulan legislasi terkait aset digital.
Beberapa poin utama yang diantisipasi mencakup kerangka kerja untuk pembentukan cadangan nasional aset digital dan pembentukan Strategic Bitcoin Reserve (SBR).
Selain itu, laporan ini juga disebut akan memberikan rekomendasi terkait keamanan nasional, khususnya dalam upaya mencegah pendanaan ilegal dan penghindaran sanksi.
Awalnya, kelompok kerja ini juga mendapat mandat untuk menyusun regulasi federal terkait stablecoin, namun sebagian besar isu ini telah dibahas dalam undang-undang GENIUS Act yang baru saja disahkan Kongres.
Laporan ini muncul setelah terungkap bahwa U.S. Marshals saat ini hanya memegang 28.988 BTC, jauh lebih kecil dari perkiraan publik sebesar 198.012 BTC yang diyakini dimiliki pemerintah AS.














































Discussion about this post