ISTANAGARUDA.COM – Klaim viral di media sosial yang menyebut investasi kripto senilai US$10.000 pada awal 2017 kini bernilai lebih rendah kembali memantik perdebatan sengit mengenai imbal hasil jangka panjang aset digital seperti Bitcoin.
Unggahan tersebut dibagikan oleh pengguna X bernama @Lovrincrypto.
Ia menyatakan bahwa dana US$10.000 yang ditempatkan saat Donald Trump pertama kali menjabat pada Januari 2017 justru akan mencatatkan kerugian bila dihitung hingga hari ini.
Menurut rincian yang ia tampilkan, nilai Bitcoin kini sekitar US$6.050 dari asumsi modal awal tersebut.
Ethereum disebut bernilai US$4.510.
XRP tercatat sekitar US$4.180.
Solana berada di kisaran US$2.930.
Dogecoin dicantumkan senilai US$2.300.
Cardano tercatat US$2.340.
Avalanche berada di angka US$2.120.
Sui disebut bernilai US$1.710.
Polkadot tercatat sekitar US$1.770.
Ethena berada di US$1.080.
Aptos hanya sekitar US$870.
Token TRUMP tercatat US$505.
Sementara MELANIA berada di kisaran US$100.
Unggahan tersebut menekankan bahwa beberapa aset mengalami penurunan 50 persen atau lebih dari titik masuk yang diasumsikan.
Sebagian bahkan disebut turun hingga 90 persen.
Namun ia juga mengakui bahwa beberapa token seperti Solana belum eksis pada Januari 2017 sehingga perbandingan langsung menjadi lebih kompleks.
Data perbandingan berdampingan itu menyebar luas di platform X.
Banyak pengguna kemudian mempertanyakan berapa banyak investor jangka panjang yang masih berada dalam posisi untung dibanding mereka yang masuk pada siklus pasar berikutnya.

















































Discussion about this post