Tag: Telur Rp4 Juta

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Teknologi AI Baru Bikin Umur Baterai Mobil Listrik Lebih Panjang, Bisa Bertahan Hingga 23% Lebih Lama
Bocoran vivo X500 Makin Panas, Seluruh Model Dikabarkan Bawa Baterai Raksasa 7.000mAh
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan keterangan pers pada acara penyerahan alat utama sistem persenjataan (alutsista) di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Senin, 18 Mei 2026.(Presidenri)   Presiden Prabowo, Prabowo Subianto, Pesawat Tempur, Rafale    Presiden Prabowo Tegaskan Era Baru Pertahanan RI, Rafale dan Sistem Tempur Modern Jadi Penguat Kedaulatan  ISTANAGARUDA.COM – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa penguatan alat utama sistem persenjataan menjadi langkah strategis Indonesia untuk menjaga kedaulatan nasional di tengah situasi geopolitik dunia yang semakin tidak menentu.  Pernyataan tersebut disampaikan Presiden usai menyerahkan sejumlah alutsista modern kepada Tentara Nasional Indonesia di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Senin, 18 Mei 2026.  Dalam penyerahan itu, pemerintah menyerahkan enam pesawat tempur MRCA Rafale, empat pesawat Falcon 8X, satu pesawat Airbus A400M, satu missile meteor dan enam smart weapon hammer, serta satu radar GCI GM403.  Presiden Prabowo menilai kehadiran berbagai sistem pertahanan tersebut menjadi tonggak penting dalam memperkuat kekuatan militer nasional.  “Ini saya kira salah satu tonggak penambahan kekuatan,” ucap Presiden.  Menurut Kepala Negara, pembangunan kekuatan pertahanan harus terus dilakukan sebagai bentuk penangkal atau deterrent demi menjaga stabilitas dan kepentingan nasional Indonesia.  “Kita harus terus tingkatkan kekuatan pertahanan kita sebagai penangkal, sebagai deterrent, kita tidak punya kepentingan selain untuk menjaga wilayah kita sendiri,” ujarnya.  Presiden juga menyoroti kondisi dunia yang saat ini dipenuhi ketidakpastian geopolitik sehingga setiap negara harus memiliki kemampuan pertahanan yang memadai untuk melindungi kedaulatannya.  “ Tapi kita lihat kondisi dunia, geopolitik penuh dengan ketidakpastian, dan kita tahu bahwa pertahanan syarat utama untuk stabilitas, jaminan bahwa kita bisa berdaulat,” tuturnya.  Pemerintah, lanjut Presiden, akan terus melanjutkan pembangunan kekuatan pertahanan nasional secara bertahap dan berkesinambungan.  Fokus penguatan tersebut mencakup seluruh matra pertahanan, baik darat, laut, maupun udara.  “Dalam waktu yang akan datang, terus akan kita bangun kekuatan kita. Kita ingin mengamankan wilayah udara, wilayah laut, dan tentunya wilayah daratan kita,” tandasnya.  Penambahan alutsista modern tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat postur pertahanan Indonesia sekaligus meningkatkan kesiapan TNI menghadapi berbagai ancaman strategis di masa depan.  Kehadiran pesawat tempur Rafale, sistem radar modern, hingga pesawat angkut strategis juga menunjukkan langkah besar pemerintah dalam membangun kekuatan militer yang lebih modern, terintegrasi, dan siap menjaga kedaulatan NKRI di seluruh wilayah nasional.(*)

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan keterangan pers pada acara penyerahan alat utama sistem persenjataan (alutsista) di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Senin, 18 Mei 2026.(Presidenri) Presiden Prabowo, Prabowo Subianto, Pesawat Tempur, Rafale Presiden Prabowo Tegaskan Era Baru Pertahanan RI, Rafale dan Sistem Tempur Modern Jadi Penguat Kedaulatan ISTANAGARUDA.COM – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa penguatan alat utama sistem persenjataan menjadi langkah strategis Indonesia untuk menjaga kedaulatan nasional di tengah situasi geopolitik dunia yang semakin tidak menentu. Pernyataan tersebut disampaikan Presiden usai menyerahkan sejumlah alutsista modern kepada Tentara Nasional Indonesia di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Senin, 18 Mei 2026. Dalam penyerahan itu, pemerintah menyerahkan enam pesawat tempur MRCA Rafale, empat pesawat Falcon 8X, satu pesawat Airbus A400M, satu missile meteor dan enam smart weapon hammer, serta satu radar GCI GM403. Presiden Prabowo menilai kehadiran berbagai sistem pertahanan tersebut menjadi tonggak penting dalam memperkuat kekuatan militer nasional. “Ini saya kira salah satu tonggak penambahan kekuatan,” ucap Presiden. Menurut Kepala Negara, pembangunan kekuatan pertahanan harus terus dilakukan sebagai bentuk penangkal atau deterrent demi menjaga stabilitas dan kepentingan nasional Indonesia. “Kita harus terus tingkatkan kekuatan pertahanan kita sebagai penangkal, sebagai deterrent, kita tidak punya kepentingan selain untuk menjaga wilayah kita sendiri,” ujarnya. Presiden juga menyoroti kondisi dunia yang saat ini dipenuhi ketidakpastian geopolitik sehingga setiap negara harus memiliki kemampuan pertahanan yang memadai untuk melindungi kedaulatannya. “ Tapi kita lihat kondisi dunia, geopolitik penuh dengan ketidakpastian, dan kita tahu bahwa pertahanan syarat utama untuk stabilitas, jaminan bahwa kita bisa berdaulat,” tuturnya. Pemerintah, lanjut Presiden, akan terus melanjutkan pembangunan kekuatan pertahanan nasional secara bertahap dan berkesinambungan. Fokus penguatan tersebut mencakup seluruh matra pertahanan, baik darat, laut, maupun udara. “Dalam waktu yang akan datang, terus akan kita bangun kekuatan kita. Kita ingin mengamankan wilayah udara, wilayah laut, dan tentunya wilayah daratan kita,” tandasnya. Penambahan alutsista modern tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat postur pertahanan Indonesia sekaligus meningkatkan kesiapan TNI menghadapi berbagai ancaman strategis di masa depan. Kehadiran pesawat tempur Rafale, sistem radar modern, hingga pesawat angkut strategis juga menunjukkan langkah besar pemerintah dalam membangun kekuatan militer yang lebih modern, terintegrasi, dan siap menjaga kedaulatan NKRI di seluruh wilayah nasional.(*)

AI Sudah Canggih, Tapi Industri Manufaktur Dunia Ternyata Masih Tersandung Krisis SDM
Motorola Siapkan Kejutan Besar! Moto G37 Power Hadir dengan Baterai Raksasa 7.000mAh dan Chip Super Kencang