<strong>ALKISAH</strong> pada pada suatu hari Raja Harun al Rasyid sedang menggelar rapat dengan penasehatnya. Baginda raja hendak memperluas bangunan istana, namun terkendala oleh letak masjid yang bakal terkena dampak Baginda Raja pun meminta saran kepada Abu Nawas selaku penasehat. “Bagaimana caranya memindahkan masjid ini, tapi jangan sampai masjid ini rusak karena saya suka akan keindahan masjid ini,” kata Baginda Raja. Mendapat pertanyaan begitu Abu nawaspun berpikir sejenak. “Begini Baginda, bagaimana kalau raja membuat sayembara, barang siapa yang bisa memindahkan masjid ini, maka Yang Mulia akan memberikan hadiah yang besar,” ujar Abu Nawas. "Baiklah kalau begitu segera umumkan kepada rakyat, barangsiapa yang dapat memindahkan masjid tanpa ada kerusakan sedkit pun, maka akan kuberi unta sebanyak 50 ekor,” kata Baginda Raja. Maka diumumkanlah sayembara Baginda Raja ini ke masyarakat, sehingga gemparlah rakyat atas sayembara raja tersebut. Banyak rakyat yang mendaftar dengan team-team yang berfariasi jumlahnya hingga pada hari yang telah ditentukan maka seluruh rakyat berkumpul didepan masjid yang akan dipindahkan. “Wahai rakyatku yang kucintai, aku mengadakan sayembara ini untuk membuat sebuah istana supaya lebih megah sehingga bangsa lain akan lebih hormat dengan negara kita. Barangsiapa yang mampu memindahkan masjid ini, maka aku akan berikan kepadanya 50 ekor unta yang gemuk-gemuk,” kata Baginda Raja Harun al Rasyid. Rakyat pun menyambutnya dengan tepuk tangan. Hingga akhirnya tibalah saatnya sayembara dimulai, namun dari para peserta yang mendaftar ini tidak ada satu pun yang sanggup memindahkannya.<!--nextpage--> Sehingga Baginda Raja pun menjadi bingung kenapa dari peserta sayembara yang jumlahnya ratusan orang tersebut tidak ada yang mampu mengerjakannya. Di tengah kegundahan Baginda Raja ini, majulah Abu nawas kedepan Baginda dan seluruh rakyat yang berkumpul. “Baginda, ijinkanlah hamba yang melaksanakan tugas ini sendirian, karena para peserta sudah tak ada yang sanggup,” ujar Abu Nawas. “Sendiri?” tanya Baginda Raja penasaran. “Iya Baginda!” kata Abu Nawas meyakinkan. “Apa kamu sanggup penasehat?” kata Baginda lagi. “Sanggup Baginda, tapi ada syaratnya!” jelas Abu Nawas. “Apa syaratnya, pasti kupenuhi!” kata Baginda dengan penuh semangat. “Benarkah Baginda akan memenuhi syarat saya!” kata Abu Nawas memastikan. “Benar, coba katakan!” kata Baginda. “Masjid ini akan saya pikul sendirian asalkan ada yang mau meletakkannya di atas pundak saya!” kata Abu Nawas. Raja pun berpikir bagaimana cara meletakkan masjid diatas pundak Abu Nawas, sedangkan peserta yang ratusan orang saja tidak ada yang sanggup menggeser sedikit pun masjid ini. Kemudian raja pun berkata kepada Abu nawas. “Sebenarnya apa maksudmu Abu Nawas?” tanya Baginda. “Sebesar itulah beban yang ada di pundak Baginda untuk memakmurkan rakyat Baginda, dibandingkan hanya memikirkan keindahan istana raja yang tidak begitu penting. Maka lebih utamakan kemakmuran rakyat terlebih dahulu,” kata Abu Nawas. Mendengar perkataan Abu Nawas tersebut maka Baginda Raja Harun al Rasyid pun mengerti maksudnya. “Terima kasih karena engkau telah mengingatkanku untuk lebih arif dalam memimpin kerajaan ini,” kata Baginda Raja kepada Abu Nawas.<!--nextpage--> Kemudian atas perintah raja diadakanlah pesta untuk rakyat. Semua ditanggung biayanya oleh Baginda Raja.(*)
Discussion about this post