“MUI tidak pernah absen dari saat-saat negara sulit,” imbuh Presiden.
Presiden kemudian mengajak seluruh elemen bangsa untuk memperkuat persatuan dalam menghadapi tantangan nasional, khususnya dalam upaya pengentasan kemiskinan.
Presiden menyatakan Indonesia memiliki potensi kekayaan alam yang sangat besar.
Presiden menekankan tantangan terbesar bangsa adalah keberanian dan kemampuan mengelola kekayaan tersebut demi kepentingan rakyat.
Presiden juga menegaskan komitmennya untuk memberantas praktik korupsi serta menegakkan supremasi hukum.
“Saya telah disumpah di hadapan rakyat, saya disumpah untuk menegakkan hukum, untuk menegakkan undang-undang dasar kita, untuk menegakkan segala perundang-undangan, karena itu saya tidak akan ragu-ragu, saya tidak akan mundur setapak pun,” tegas Presiden.
Presiden menyampaikan bahwa dukungan moral dari persatuan ulama dan umara menjadi kekuatan besar dalam menjalankan amanah kepemimpinan nasional.
Presiden meyakini sinergi tersebut akan memperkuat upaya menegakkan keadilan di seluruh wilayah Indonesia.
Ketua Panitia Pelaksana Nusron Wahid menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki makna lebih dari sekadar seremoni keagamaan.
“Semua ini kita lakukan di tengah kenyataan bahwa bangsa ini sedang menghadapi berbagai ujian dan musibah banjir bandang, tanah longsor dan berbagai bencana lainnya yang menimpa saudara-saudara kita di mana-mana, wabil khusus di Provinsi Aceh, Provinsi Sumatra Utara, dan di Provinsi Sumatra Barat,” ungkap Nusron.
Nusron menegaskan kegiatan munajat bersama menjadi momentum spiritual untuk menghadirkan ketenangan jiwa sekaligus memperkuat solidaritas sosial.
















































Discussion about this post