Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan rasa hormat dan kebahagiaannya dapat menghadiri acara bersejarah tersebut di Masjid Istiqlal.
Presiden menilai Masjid Istiqlal bukan sekadar pusat ibadah umat Islam, melainkan simbol persatuan nasional dan kedaulatan bangsa.
“Masjid ini adalah lambang dari semangat bangsa Indonesia untuk menjadi bangsa yang bisa melindungi segenap rakyatnya, segenap tumpah darah bangsa Indonesia,” ujar Presiden.
Presiden menilai pengukuhan pengurus MUI menjadi momentum strategis dalam memperkuat sinergi antara ulama dan umara.
Presiden menegaskan bahwa keberhasilan suatu bangsa sangat bergantung pada kemampuan menjaga perdamaian nasional.
“Kalau ulama dan umara bersatu, insyaallah bangsa kita akan menjadi bangsa yang besar, bangsa yang makmur,” tegasnya.
Presiden menekankan bahwa sepanjang sejarah peradaban dunia, negara yang mampu mempertahankan perdamaian memiliki fondasi kuat bagi kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Presiden juga mengapresiasi peran konsisten MUI sebagai penjaga stabilitas sosial dan perekat toleransi antarumat beragama di Indonesia.
“MUI selalu menjadi pilar stabilitas, pilar ketenangan, pilar kesejukan, pilar toleransi antara seluruh umat dan seluruh agama. MUI tidak pernah tidak hadir setiap bangsa mengalami kesulitan. Baru-baru saja kita melihat MUI tampil dari sejak hari-hari pertama bencana yang berada di beberapa daerah kita, di Aceh, Sumatra Barat, Sumatra Utara, juga di beberapa provinsi lain,” ujar Presiden.
Presiden turut menyoroti kontribusi aktif MUI dalam membantu masyarakat saat terjadi bencana di berbagai daerah.
















































Discussion about this post