Dalam sesi pleno, Presiden Prabowo menyampaikan penghargaan tinggi kepada Perdana Menteri Anwar atas penyelenggaraan KTT yang dinilainya sangat baik serta atas kepemimpinan tegasnya dalam mengelola dinamika kawasan.
Kepala Negara juga menyampaikan selamat kepada Perdana Menteri Thailand yang baru, Anutin Charnvirakul, dan menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya Sri Ratu Sirikit, Ibu Suri Kerajaan Thailand.
“Saya juga ingin menggunakan kesempatan ini untuk menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya dari rakyat Indonesia atas wafatnya Sri Ratu Sirikit, Ibu Suri Kerajaan Thailand,” ujar Presiden Prabowo.
Dalam pidatonya yang disampaikan dengan penuh keyakinan, Presiden Prabowo menekankan bahwa kekuatan sejati ASEAN terletak pada persatuan.
“Saya mengapresiasi kepemimpinan tegas Dato’ Seri Anwar Ibrahim dalam menyelesaikan perselisihan baru-baru ini. Indonesia siap mendukung langkah-langkah selanjutnya dari perjanjian gencatan senjata. Bagi ASEAN, persatuan bukan sekadar slogan. Persatuan adalah strategi yang direncanakan untuk menjaga perdamaian dan keamanan regional,” tegas Presiden Prabowo.
Menurutnya, di tengah ketegangan geopolitik dan perubahan global yang berlangsung cepat, ASEAN harus terus memperkuat koordinasi ekonomi, memperdalam integrasi kawasan, serta mempercepat transformasi digital agar tetap tangguh menghadapi guncangan eksternal.
“Persatuan ASEAN juga harus tercermin dalam koordinasi, integrasi, dan transformasi ekonomi yang lebih kuat untuk menghadapi guncangan eksternal dan ketidakpastian di masa depan,” ungkap Presiden Prabowo.














































Discussion about this post