ISTANAGARUDA.COM – Pemerintah Indonesia terus mengupayakan pertumbuhan ekonomi yang stabil, dengan menargetkan angka 5 persen hingga akhir 2024.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Ekon), Airlangga Hartarto, mengungkapkan pencapaian dan rencana strategis pemerintah usai Sidang Kabinet Paripurna yang digelar di Istana Garuda, Ibu Kota Nusantara, Provinsi Kalimantan Timur, Jumat (13/09/2024).
Airlangga menyampaikan bahwa ekonomi Indonesia berada dalam kondisi stabil dengan tingkat inflasi yang berhasil ditekan hingga 2,5 persen.
“Pertumbuhan ekonomi relatif aman di angka 5 persen, sementara inflasi turun menjadi 2,5 persen, terutama karena penurunan pada harga komoditi pangan,” jelasnya.
Fokus pada Daya Beli Masyarakat
Pemerintah berencana mendorong belanja kementerian dan lembaga untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang diharapkan mencapai target 5 persen di akhir tahun depan.
Selain itu, kebijakan yang menyasar kelas menengah, seperti Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPn DTP) untuk sektor properti dan otomotif, akan diperkuat.
Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan daya beli masyarakat, terutama di kuartal keempat tahun 2024.
Perluasan Cakupan Jaminan Kehilangan Pekerjaan
Dalam kesempatan yang sama, Airlangga juga menyoroti revisi kebijakan jaminan kehilangan pekerjaan melalui BPJS Ketenagakerjaan. Perubahan ini akan memperluas cakupan penerima manfaat, termasuk bagi tenaga kerja kontrak (PKWT).
Bantuan pelatihan kerja akan meningkat dari Rp1 juta menjadi Rp2,4 juta, mirip dengan program Kartu Prakerja. Sementara itu, pekerja yang kehilangan pekerjaan akan mendapatkan kompensasi sebesar 45 persen dari gaji, tanpa pengurangan pada bulan-bulan berikutnya.
Discussion about this post