Pemerintah telah melakukan berbagai upaya seperti Penyaluran SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan), peningkatan produksi pangan dengan alokasi pupuk bersubsidi, dan akses pembiayaan KUR pertanian sebesar 30 persen, serta memastikan kelancaran distribusi untuk sepuluh komoditas pangan strategis oleh Badan Pangan Nasional.
“Dukungan anggaran dari pusat dan daerah terus didorong. Realisasi anggaran kementerian dan lembaga hingga 31 Mei mencapai Rp39 triliun dari pagu Rp124,16 triliun, sementara anggaran daerah terealisasi sebesar Rp13,56 triliun dari Rp92,87 triliun,” tambahnya.
Airlangga juga menekankan pentingnya kesinambungan pasokan domestik untuk menjaga stabilitas pangan di seluruh daerah. Selain itu, pengembangan neraca pangan sangat penting untuk memantau harga-harga pangan di berbagai daerah.
“Badan Pangan Nasional akan mempersiapkan data pangan yang akurat. Dengan adanya neraca pangan, stabilisasi harga di daerah bisa lebih terpantau,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, juga diumumkan pemenang TPID Award 2024 sebagai bentuk apresiasi terhadap kinerja Tim Pengendalian Inflasi Daerah. Beberapa kategori pemenang antara lain:
TPID Provinsi Berkinerja Terbaik 2024:
- Provinsi Kepulauan Riau
- Provinsi Jawa Tengah
- Provinsi Kalimantan Selatan
- Provinsi Sulawesi Tenggara
- Provinsi Nusa Tenggara Barat
TPID Kabupaten/Kota Berkinerja Terbaik 2024:
- Kota Pekanbaru
- Kota Madiun
- Kota Banjarmasin
- Kabupaten Bone
- Kota Mataram
TPID Kabupaten/Kota Berprestasi 2024:
- Kabupaten Tanah Datar
- Kabupaten Kebumen
- Kabupaten Kutai Kartanegara
- Kabupaten Boalemo
- Kabupaten Lombok Barat
(*)
Discussion about this post