Keesokan harinya, persidangan diulai lagi. Dan hakim mendengarkan pengaduan si Kaya.
“Hakim, Abu Sukun telah mencium bau makanan dari rumah saya tanpa izin. Sebagai bukti Abu Sukun semakin gemuk sementara saya semakin kurus. Tidak adil dan saya merekomendasikan Abu Sukun untuk membayar 100 dinar keping untuk kerusakan!” Kata orang kaya.
Abu Nawas yang bertindak sebagai pengacara Abu Sukun, pun keberatan.
“Hakim, tidak adil jika Abu Sukun dihukum hanya karena mencium baunya saja sedangkan orang kaya ini yang memakan makanan dan merasa kenyang. Agar adil saya usulkan agar orang kaya ini dikompensasikan dengan mendengar suara 100 keping dinar,” kata Abu Nawas tegas.
“Semetara uang seratus dinar harus diberikan kepada Abu Sukun karena difitnah. Dan hakim sendiri akan dihukum oleh Raja karena memakan 100 dinar koruptor dari orang kaya,” kata Abu Nawas.
Hakim kaget dan sangat malu ketika tindakannya juga terungkap.
“Benar Abu Nawas. Aku telah melihat dan mendengar dengan jelas tentang penipuanmu tadi malam,” kata sang Raja.
Raja Harun al-Rashid sangat terkesan dengan penjelasan Abu Nawas dan memecat hakim karena tidak jujur dan memakan suap.
“Ingat, menjadi hakim kalau tidak benar dan adil akan dijebloskan ke Neraka!” Kata Abu Nawas sambil memberi nasihat.
Raja pun senang dan memberikan banyak hadiah kepada Abu Nawas.(*)















































Discussion about this post