Penekanan tersebut berkaitan erat dengan perubahan karakter ancaman keamanan yang berkembang seiring pesatnya teknologi.
Dudung menjelaskan bahwa perang masa depan berpotensi berlangsung dalam bentuk perang hybrid dengan penggunaan teknologi seperti drone, sehingga TNI dan Polri membutuhkan personel yang mampu memahami serta menghadapi perkembangan tersebut.
“Karena tantangan ke depan ini kan perang hybrid, perang pakai drone dan sebagainya. Sehingga itu yang menjadi konsentris Bapak Presiden. Kemudian juga tentang situasi global saat ini juga perlu disikapi dengan meningkatkan satu bagaimana profesionalisme prajurit perlu ditingkatkan baik pendidikan, maupun latihan,” tuturnya.
Karena itu, peningkatan profesionalisme tidak hanya diarahkan pada proses penerimaan personel, tetapi juga harus dilanjutkan melalui pendidikan dan latihan yang berkelanjutan.
Arahan tersebut menjadi penting karena dinamika keamanan global menuntut kemampuan TNI dan Polri untuk terus menyesuaikan diri dengan bentuk ancaman yang semakin kompleks.
Dalam taklimat yang diikuti ratusan perwira tinggi tersebut, Prabowo memang meminta jajaran TNI dan Polri memperoleh gambaran mengenai kondisi yang sedang dihadapi Indonesia sebagai bangsa dan negara.
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto sebelumnya menyebut taklimat tersebut sebagai momentum untuk menyamakan visi sekaligus memperkuat soliditas dan sinergi jajaran TNI.
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto juga menyampaikan bahwa arahan Presiden dapat menjadi pedoman bagi jajaran Polri dalam menjalankan tugas dan kepemimpinan di satuan masing-masing.



















































Discussion about this post