Tidak ada gol tambahan hingga 120 menit pertandingan berakhir.
Penentuan juara akhirnya harus dilakukan melalui adu penalti.
Dalam drama dari titik putih tersebut, Indonesia tampil lebih efektif dan mengakhiri adu penalti dengan kemenangan 4-2 atas Thailand.
Penjaga gawang Indonesia Emil Audero menjadi salah satu sosok penting dalam penentuan tersebut setelah menggagalkan eksekusi Nattapong Sayriya, sementara kapten Thailand Sarach Yooyen juga gagal menjalankan tugasnya.
Hasil tersebut memastikan Indonesia menjadi juara pertama FIFA ASEAN Cup sejak turnamen yang mempertemukan negara-negara Asia Tenggara dan tim undangan itu digelar untuk pertama kalinya pada 2026.
FIFA mencatat edisi perdana turnamen tersebut berlangsung di Indonesia dan Hong Kong, China, dengan 14 negara ambil bagian, termasuk seluruh 11 anggota ASEAN serta tiga tim undangan.
Bagi Indonesia, trofi tersebut menjadi pencapaian bersejarah di level tim nasional senior karena untuk pertama kalinya skuad Garuda mengangkat trofi FIFA ASEAN Cup.
Kehadiran Prabowo di SUGBK menjadi bentuk dukungan langsung pemerintah terhadap perjuangan Timnas Indonesia di partai puncak turnamen tersebut.
Presiden menyaksikan pertandingan bersama Gianni Infantino dan sejumlah pejabat negara.
Setelah pertandingan berakhir, Prabowo dan Infantino turut mengambil bagian dalam seremoni penyerahan penghargaan kepada para pemain Indonesia.
Malam bersejarah di SUGBK tersebut akhirnya ditutup dengan Timnas Indonesia mengangkat trofi FIFA ASEAN Cup di hadapan ribuan pendukung Merah Putih.


















































Discussion about this post