Menurut Arrmanatha, kondisi global tersebut membutuhkan kesinambungan arah politik luar negeri Indonesia yang selama ini menjadi pijakan dalam menjalankan hubungan internasional.
“Tentunya situasi global saat ini dinamikanya tidak sederhana. Jadi tantangan yang kita hadapi sangat besar. Tentu suatu hal yang kita juga syukuri bahwa Polugri Indonesia itu selalu konsisten,” ujar Arrmanatha.
Arrmanatha menegaskan politik luar negeri bebas aktif tetap menjadi landasan dalam menjalankan tugasnya sebagai Menteri Luar Negeri.
Ia juga menyatakan akan meneruskan kebijakan dan langkah diplomasi yang sebelumnya telah dijalankan Sugiono.
“Jadi siapapun yang menjalankan tugas sebagai Menteri Luar Negeri, rujukan yang jelas yaitu adalah undang-undang kita. Polugri kita juga jelas, bebas aktif yang telah sering disampaikan oleh Bapak Presiden. Jadi tugas saya di sini adalah melanjutkan apa yang telah dijalankan oleh Bapak Sugiono yang sekarang menjadi Pak Menko,” ungkapnya.
Dalam pernyataan lainnya, Arrmanatha juga menegaskan bahwa pelaksanaan politik luar negeri Indonesia akan tetap mengacu pada mandat konstitusi dan arahan Presiden Prabowo.
Di sektor industri, Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji menyebut jabatan barunya membawa tanggung jawab yang tidak ringan.
Sarmuji menempatkan sektor industri sebagai salah satu bagian penting yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka lebih banyak lapangan pekerjaan.
Karena itu, ia akan mengidentifikasi berbagai persoalan yang menghambat perkembangan industri sebelum menentukan langkah pembenahan.



















































Discussion about this post