Angka tersebut menjadi bagian dari pemantauan pemerintah secara berkelanjutan untuk memastikan luas area yang terbakar terus ditekan hingga seluruh titik api dapat ditangani.
Selain mengerahkan personel dan sarana pemadaman di lapangan, pemerintah juga memperkuat penanganan melalui operasi modifikasi cuaca (OMC).
Operasi tersebut terus dilakukan secara masif untuk membantu menciptakan kondisi atmosfer yang mendukung turunnya hujan di wilayah yang membutuhkan.
BNPB menyatakan pelaksanaan OMC akan terus dilakukan setidaknya hingga kondisi musim hujan kembali normal.
Langkah tersebut menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk membantu mempercepat pengendalian karhutla, terutama ketika kondisi cuaca dan tingkat kekeringan meningkatkan risiko kebakaran.
Dalam rapat tersebut, Presiden Prabowo didampingi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Seskab Teddy Indra Wijaya dari Istana Merdeka.
Sementara itu, Kepala BNPB Suharyanto bersama Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani mengikuti rapat melalui konferensi video dari lokasi masing-masing.
Pemantauan secara langsung terhadap perkembangan karhutla menunjukkan bahwa pemerintah masih menempatkan pengendalian kebakaran hutan dan lahan sebagai agenda yang harus ditangani secara berkelanjutan.
Dengan pemantauan kondisi lapangan setiap hari, pemerintah berupaya memastikan sisa area yang terbakar dapat segera dipadamkan sekaligus mencegah meluasnya kebakaran ke wilayah lainnya.(*)

















































Discussion about this post