Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah telah diberi arahan agar dana bantuan tersebut tidak dialihkan untuk kepentingan lain di luar penanganan bencana.
“Sudah sampai, kami juga sudah sampaikan ke Bupati, bantuan itu tidak boleh digunakan hal yang lain kecuali untuk menangani bencana,” ujar Suharyanto.
Apresiasi terhadap dukungan pemerintah pusat juga disampaikan Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena.
Menurutnya, bantuan yang diberikan Presiden Prabowo akan memperkuat kemampuan pemerintah daerah dalam menggerakkan penanganan dan memenuhi kebutuhan para pengungsi.
“Terima kasih Bapak Presiden sudah mendapatkan bantuan. Semua kabupaten di Pulau Flores ini mendapatkan Rp20 miliar dan provinsi Rp40 miliar, itu sangat membantu kami untuk menggerakkan lebih maksimal lagi biar bisa bantu pengungsi,” ujar Melkiades.
Selain membahas bantuan Rp200 miliar, Presiden Prabowo juga menyoroti pentingnya kesiapan pemerintah daerah dalam menghadapi situasi darurat di masa mendatang.
Kepala Negara menilai setiap provinsi dan kabupaten pada dasarnya perlu memiliki cadangan logistik sebagai langkah antisipasi ketika bencana terjadi.
Apabila sistem cadangan tersebut belum tersedia atau belum berjalan secara optimal, pemerintah pusat akan membantu mendorong penyediaannya.
“Berarti kita bantu tiap provinsi biar gubernur mempunyai gudang dan persiapan makanan sama juga dengan bupati. Seharusnya sebetulnya juga memang demikian. Para bupati, gubernur harusnya juga sudah punya lumbung-lumbung cadangan, tapi ya sudah kalau mereka mungkin belum berinisiatif kita lakukan,” ujar Presiden Prabowo.

















































Discussion about this post