“Sementara itu, 3 pesawat menuju Kalimantan, masing-masing ke Pontianak, Palangkaraya, dan Banjarmasin, membawa 500 unit mesin pompa air yang merupakan bagian dari 2.000 unit mesin pompa yang akan dikirimkan secara bertahap sesuai intruksi Presiden Prabowo Subianto dan permintaan para Gubernur di Kalimantan,” ungkap Seskab Teddy.
Setiap mesin pompa yang dikirim telah dilengkapi selang atau pipa dengan panjang mencapai satu kilometer.
Peralatan tersebut dirancang untuk membantu petugas mendapatkan akses terhadap sumber air sekaligus meningkatkan efektivitas pemadaman di area yang sulit ditangani, khususnya wilayah gambut.
Pengiriman bantuan secara bersamaan ke dua kawasan tersebut mencerminkan pola penanganan pemerintah yang menyesuaikan dukungan dengan kebutuhan nyata di lapangan.
Menurut Teddy, Presiden Prabowo telah memberikan arahan agar seluruh proses penanganan bencana tidak berjalan lambat dan harus melibatkan koordinasi antarlembaga secara terpadu.
Kepala Negara juga meminta setiap unsur pemerintah memastikan bantuan yang telah dikirim benar-benar sampai kepada masyarakat yang menjadi sasaran.
“Arahan Presiden Prabowo sangat jelas, penanganan harus dilakukan secara cepat dan terpadu, serta setiap unsur harus pastikan bantuan logistik benar-benar sampai dan diterima masyarakat yang membutuhkan,” tegas Seskab Teddy.
Pemerintah akan terus menyesuaikan pengiriman bantuan dengan perkembangan situasi serta kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.
Langkah tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa pemerintah berupaya menjaga kehadiran negara dalam situasi bencana, baik melalui dukungan logistik bagi masyarakat maupun pengerahan peralatan untuk menangani ancaman karhutla.
















































Discussion about this post