Pemerintah juga telah mengerahkan tambahan 1.500 personel lengkap dengan perlengkapan perorangan untuk memperkuat petugas yang menangani karhutla di berbagai wilayah Kalimantan.
Selain itu, sebanyak 200 pompa berikut pipa turut dikirim sebagai bagian dari strategi penanganan kebakaran, khususnya untuk menghadapi api bawah tanah di kawasan lahan gambut.
Di Hambalang, Presiden Prabowo juga mengevaluasi kelanjutan proses rekonstruksi dan penanganan masyarakat yang terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur.
Pemerintah memastikan bantuan serta dukungan yang sebelumnya telah diperintahkan terus didistribusikan agar dapat menjangkau masyarakat dan wilayah yang membutuhkan.
Percepatan pemulihan menjadi salah satu perhatian pemerintah untuk membantu warga terdampak kembali menjalani kehidupan secara normal setelah bencana.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden turut memberikan apresiasi kepada personel TNI dan Polri yang bergerak cepat menjalankan berbagai tugas kemanusiaan dan pelayanan masyarakat di sejumlah daerah.
Apresiasi itu diberikan atas keterlibatan aparat dalam penanganan karhutla di Kalimantan, respons terhadap dampak gempa di NTT, serta berbagai operasi pelayanan masyarakat di wilayah lain di Indonesia.
“(Presiden menyampaikan) apresiasi terhadap gerak cepat personel TNI-Polri di berbagai sektor dan wilayah seluruh Indonesia,” lanjut Seskab.
Melalui evaluasi langsung di Hambalang, Presiden Prabowo memastikan setiap instruksi penanganan bencana tidak berhenti pada tahap koordinasi, tetapi benar-benar ditindaklanjuti melalui pengerahan personel, armada, peralatan, dan bantuan ke daerah terdampak.
















































Discussion about this post