Presiden juga mengungkapkan bahwa sektor pangan Indonesia kini menunjukkan perkembangan yang semakin menggembirakan.
Jika sebelumnya Indonesia dikenal sebagai negara yang bergantung pada impor berbagai komoditas pangan, kini kondisinya mulai berubah dengan meningkatnya kemampuan ekspor ke berbagai negara.
Bahkan, menurut Presiden, sejumlah negara telah meminta Indonesia untuk membantu memenuhi kebutuhan sektor pertanian mereka, termasuk pasokan pupuk.
“Dari kita impor, impor, impor, sekarang kita sudah mulai ekspor. Ekspor pangan ke negara-negara lain, kita sekarang diminta bantuan. Negara-negara bahkan Australia minta bantuan. Mohon kita bisa jual urea ke mereka. Brazil, Filipina, India. Jadi Indonesia sekarang tanpa banyak gembar-gembor, kita menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara yang sedang bangkit dan akan bangkit terus,” tuturnya.
Selain fokus pada ketahanan pangan, Presiden Prabowo menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan terus dilanjutkan sebagai investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi Indonesia yang sehat, kuat, dan memiliki daya saing tinggi.
Menurut Presiden, tidak boleh ada anak Indonesia yang tumbuh dalam kondisi kekurangan gizi atau hidup tanpa harapan akan masa depan yang lebih baik.
“Saya ingin Indonesia rakyatnya makmur. Saya ingin rakyat yang paling miskin senyum, karena dia ada harapan. Saya tidak ingin lihat rakyat miskin. Saya tidak ingin lihat anak-anak lapar. MBG kita teruskan,” ucapnya.
Untuk memastikan program tersebut berjalan sesuai tujuan, Presiden meminta seluruh kepala daerah bersama aparat pemerintahan hingga aparat keamanan ikut melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.















































Discussion about this post